Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Pemboikotan Nabi Muhammad saw

Selama empat pekan terjadi peristiwa besar bagi orang-orang musyrik, yaitu Hamzah dan Umar masuk Islam, serta Nabi Muhammad saw. menolak tawaran orang kafir maupun muslim dari Bani al-Muthalib dan Bani Hasyim untuk melindungi beliau. Orang-orang musyrik merasa bingung dan sadar bahwa jika darah nabi tumpah karena ulah mereka, pasti Makkah akan digenangi darah manusia sekaligus dapat membinasakan mereka semua. Hal ini membuat orang musyrik beralih ke bentuk kezaliman lain yang bukan pembunuhan. Piagam Kezaliman dan Kesewenang-wenangan Orang musyrik berkumpul di perkampungan bani Kinanah untuk membuat kesepakatan dalam menghadapi Bani al-Muthalib dan bani Hasyim. Hasil kesepakatannya yaitu larangan untuk menikah, berjual beli, berteman, berkumpul, memasuki rumah, dan berbicara dengan mereka, kecuali mereka menyerahkan Rasulullah secara sukarela untuk dibunuh. Kemudian mereka menulis di atas selembar papan yang isinya berupa kesepakatan dan ketetapan untuk tidak menerima perjanjian dari b...

Dakwah Secara Terang-Terangan Nabi Muhammad saw

Dakwah Rasulullah saw. secara terang-terangan dilakukan setelah turunnya perintah Allah Swt dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 214 yang artinya. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat”. Setelah menerima perintah tersebut, Rasulullah saw. melakukan dakwah terang-terangan dengan cara, sebagai berikut: 1. Mengundang bani Hasyim ke rumah Rasulullah saw. Ibnu Atsir meriwayatkan bahwa setelah Rasulullah menerima wahyu, beliau merasa gelisah dan menjelaskan kepada beberapa bibinya bahwa Allah Swt. memerintahkan beliau untuk memberi peringatan kepada kaum kerabatnya. Mereka menyarankan Rasulullah untuk mengajak mereka memeluk Islam kecuali Abu Lahab, sebab Abu Lahab tidak akan menyambut baik ajakan beliau. Rasulullah kemudian mengundang 45 orang, termasuk bani Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Abu Lahab turut hadir dan memperingatkan Rasulullah atas konsekuensi tindakannya, namun Rasulullah tetap teguh dalam penyeruannya. Pada kesempatan berikutnya beliau mengundang ...

Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw

Periode dan Tahapan Dakwah Dakwah Rasulullah saw. terbagi menjadi dua periode, yaitu periode Makkah selama tiga belas tahun dan periode Madinah selama sepuluh tahun. Pada periode Makkah terbagi lagi menjadi tiga fase yaitu fase dakwah secara sembunyi-sembunyi yang berjalan selama tiga tahun, fase dakwah secara terang-terangan yang dimulai pada tahun keempat nubuat hingga akhir tahun kesepuluh dan fase dakwah di luar makkah yang dimulai tahun kesepuluh nubuat hingga hijrah ke Madinah.  Tiga Tahun Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi  Keadaan Arab pada masa itu sangat sulit dan berat untuk diperbaiki, maka dalam menghadapi kondisi tersebut Rasulullah mengambil tindakan yang bijaksana yaitu berdakwah secara sembunyi-sembunyi agar penduduk tidak kaget ketika tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka. Pada fase awal ini, ada dua kelompok yang menjadi sasaran utama dakwah Rasulullah: pertama, keluarga dan sahabat dekatnya. Kedua, individu yang dikenal memiliki karakter dan hu...

Penerimaan Wahyu Nabi Muhammad saw

Rasulullah saw. sangat senang mengasingkan diri di Gua Hira saat hampir mencapai usia empat puluh tahun. Selama bulan Ramadhan beliau berada di gua ini dan menghabiskan waktunya untuk beribadah, memikirkan keagungan dan kekuatan alam di sekitarnya. Pengasingan ini termasuk dari ketentuan Allah Swt. untuk mengatur dan mempersiapkan kehidupan Nabi dalam mengemban amanat yang besar, yaitu sebagai seorang rasul sekaligus pemimpin di muka bumi ini. Ketika usia beliau genap empat puluh tahun, mulai tampak tanda-tanda nubuat salah satunya adalah mimpi yang hakiki. Selama enam bulan mimpi beliau hanya menyerupai fajar subuh yang menyingsing. Akhirnya pada bulan Ramadhan tahun ketiga masa pengasingan beliau di Gua Hira, Allah Swt memuliakan beliau dengan nubuat dan menurunkan Jibril kepada beliau sambil membawa QS Al-Alaq ayat 1-5. Para ahli sejarah berbeda pendapat terkait tanggal diturunkannya wahyu pertama, namun di antara tanggal yang diyakini adalah pada hari Senin, malam tanggal 21 bulan ...

Masa Sebelum Kenabian Nabi Muhammad saw

Masa sebelum kenabian Nabi Muhammad saw adalah dimulai sejak kelahiran sampai sebelum turunnya Surah Al-Alaq wahyu pertama di Gua Hira. Semasa kecil beliau pernah diasuh oleh beberapa orang dan terakhir diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Pada saat Nabi berusia lima belas tahun, terjadilah Perang Fijar antara suku Quraisy yang dibantu suku Kinanah melawan suku Hawazin. Dinamakan Perang Fijar karena terjadi pada bulan suci yang seharusnya kabilah-kabilah tidak boleh berperang. Pemicunya adalah saat Nu’am bin Al-Munzir memperbolehkan Urwah dari suku Hawazin untuk berdagang di Pasar Ukaz. Namun pilihan Nu’am terhadap Urwah membuat Barrad dari suku Kinanah merasa jengkel, sehingga dia mengikuti Urwah dari belakang lalu membunuhnya. Pembunuhan inilah yang kemudian memicu peperangan antara suku Kinanah dan Hawazin. Peran Nabi dalam peperangan ini adalah mengumpulkan anak panah musuh yang berjatuhan lalu menyerahkannya kepada paman-pamannya untuk dilemparkan kembali ke pihak musuh.  Se...