Langsung ke konten utama

Dakwah Secara Terang-Terangan Nabi Muhammad saw


Dakwah Rasulullah saw. secara terang-terangan dilakukan setelah turunnya perintah Allah Swt dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 214 yang artinya. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat”.

Setelah menerima perintah tersebut, Rasulullah saw. melakukan dakwah terang-terangan dengan cara, sebagai berikut:

1. Mengundang bani Hasyim ke rumah Rasulullah saw.
Ibnu Atsir meriwayatkan bahwa setelah Rasulullah menerima wahyu, beliau merasa gelisah dan menjelaskan kepada beberapa bibinya bahwa Allah Swt. memerintahkan beliau untuk memberi peringatan kepada kaum kerabatnya. Mereka menyarankan Rasulullah untuk mengajak mereka memeluk Islam kecuali Abu Lahab, sebab Abu Lahab tidak akan menyambut baik ajakan beliau. Rasulullah kemudian mengundang 45 orang, termasuk bani Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Abu Lahab turut hadir dan memperingatkan Rasulullah atas konsekuensi tindakannya, namun Rasulullah tetap teguh dalam penyeruannya.

Pada kesempatan berikutnya beliau mengundang mereka. Dalam pertemuan tersebut, beliau mengucapkan puji syukur kepada Allah Swt. dan memohon pertolongan-Nya. Beliau menyatakan bahwa ia adalah utusan Allah Swt. dan semua manusia akan diadili atas perbuatan mereka. Abu Thalib siap untuk membantunya dan mempercayai segala ucapan Rasulullah. Namun, Abu Lahab menolak hal tersebut dan menyarankan untuk menghentikan Rasulullah sebelum dilakukan oleh orang lain. Mendengar hal tersebut Abu Thalib bersikeras untuk melindungi Rasulullah dengan segala yang ia miliki.

2. Undangan terbuka kepada seluruh masyarakat Quraisy di Bukit Shafa
Setelah Rasulullah saw. yakin terhadap janji Abu Thalib untuk melindunginya, beliau naik ke Bukit Shafa dan memanggil suku Quraisy, hingga mereka berkumpul semua untuk diberi peringatan. Abu Lahab beserta para pemuda Quraisy juga turut hadir. 

Kemudian beliau bertanya, “Apakah kalian percaya, jika lembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian?”. “Benar”, Jawab mereka, “Kami tidak pernah menyaksikan anda berdusta”. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya aku memberikan peringatan kepada kalian sebelum datang azab yang sangat pedih”. Abu Lahab mengejek beliau dan berkata, “Celakalah engkau selama-lamanya. Untuk inilah engkau mengumpulkan kami?”. Lalu turunlah ayat Q.S Al-Lahab ayat 1: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia”.

3. Menyampaikan kebenaran secara terbuka dan menentang kemusyrikan
Seruan Rasulullah saw. terus menyebar ke seluruh penjuru Makkah, hingga beliau secara terang-terangan mengatakan kepada kafir Quraisy bahwa posisi berhala sama sekali tidak memiliki nilai. Beliau juga menjelaskan barang siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah Swt., maka dia berada dalam kesesatan yang nyata.

Kafir Quraisy sangat marah dengan ucapan Rasulullah saw yang menghina tentang kesesatan musyrik dan penyembahan berhala. Kafir Quraisy merasa khawatir akan perubahan yang dapat merusak tradisi warisan leluhur mereka. Mereka kemudian mendatangi Abu Thalib dan mengancam apabila ia tak dapat menghentikan dakwah yang dilancarkan keponakannya kepada kaum Quraisy, maka mereka sendiri yang akan menghentikan dengan kekerasan. Mendengar ancaman tersebut, Abu Thalib pun merasa cemas akan keselamatan keponakannya Abu Thalib memanggil Rasulullah saw. “Wahai keponakanku, sesungguhnya kaum Quraisy telah mendatangiku dan memintaku untuk menghentikan dakwahmu. Oleh karena itu, kasihanilah dirimu dan diriku, janganlah engkau membebaniku dengan sesuatu yang tidak mampu ku memikulnya”. Himbauan dari Abu Thalib dijawab Rasulullah saw dengan penuh kesedihan, “Duhai paman, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menghentikan perjuangan ini, maka niscaya aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah mewujudkannya atau aku wafat dalam perjuangan ini.” Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Rasulullah pun berbalik hendak meninggalkan pamannya. Tiba-tiba Abu Thalib memanggil, lalu berkata dengan lembut, “Kemarilah keponakanku. Pergilah dan sampaikanlah apa yang ingin engkau sampaikan. Dan demi Allah, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkanmu”.


Daftar Pustaka:
Mubarakfuri (al), Syaikh Shafiyyurrahman. 1997. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Najmuddin. 2014. Janji Pembelaan Abu Thalib kepada Rasulullah. Nu.or.id. https://nu.or.id/hikmah/janji-pembelaan-abu-thalib-kepada-rasulullah-vjZAP 


NAP, Gorontalo.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Jenis - Jenis Wayang

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.Wayang kulit dilihat dari umur,dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Diantara nya yaitu : 1.Wayang Purwa   Wayang purwa, Purwa  berasal dari bahasa Jawa yang berarti awal.Selain wayang Purwa, jenis wayang kulit yang lain diantaranya yaitu : wayang madya,wayang gedog dan wayang dupara. 2.Wayang Wong  Wayang wong adalah salah satu seni pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. 3.Wayang Golek Wayang golek adalah jenis wayang yang mempertunjukan boneka kayu. 4.Wayang Suket    Wayang suket yaitu wayang yang terbuat dari rumput.  5.Wayang Motekar   Wayang motekar atau wayang plastik berwarna.   Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan,media informasi,dan media hib...