Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Menyimak Talk Show "Masa Depan Designer Ditengah Gempuran AI: Punah atau Berovolusi? (Manusia, Mesin, dan Pertaruhan Kreativitas)

  Rasa lelah setelah menempuh perjalanan dari kampung halaman menuju kota menyelimuti malam itu. Setelah beristirahat sejenak, saya menyiapkan diri untuk pergi bergabung dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Gorontalo Desain Grafis (GODEFIS) di teras Toko Ira Stastionary. Saya bukan seorang desain grafis, melainkan sekadar penikmat visual saja, ehehehe. Karena topiknya menarik, tanpa pikir panjang gas saja.  Beruntungnya saat sampai sana diskusi belum mulai, masih sempat untuk berbelanja kebutuhan kuliah dan menikmati pameran karya kawan-kawan yang tergabung dalam komunitas tersebut. Sesi diskusi malam itu menghadirkan tiga narasumber ahli sesuai tertera dalam flayer yang dibagikan oleh kawan saya melalui cerita Instagramnya. General Manager IRA Stationary, Kak  Chaerul Djakaria juga turut membersamai.  

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Patung yang Tampak Kurang Pas

  Pada bagian pendahuluan buku  Blink,  Malcolm Gladwell membuka kisah dengan cerita tentang sebuah patung Yunani kuno yang semula dianggap asli oleh para ahli, namun kemudian memunculkan keraguan hanya dengan sekali pandang. Judulnya, “Patung yang Tampak Kurang Pas”, mengambarkan bagaimana intuisi dapat bekerja lebih cepat daripada analisis logis yang panjang dan menghabiskan banyak waktu. Kisah ini dimulai pada bulan September 1983, dimana seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California. Ia ingin menjual sebuah patung yang dikenal dengan sebutan kourus, yang konon katanya hanya ada sekitar dua ratus di dunia. Patung ini berasal dari abad keenam belas Sebelum Masehi, sehingga Becchina menghargai patung ini sangat mahal, yakni mendekati 10 juta dolar. Museum Getty sangat tertarik dengan patung tersebut. Bagaimana tidak, kebanyakan patung-patung kourus ditemukan dalam keadaan rusak berat, sementara patung yang dijual Be...