Langsung ke konten utama

Postingan

Orang Besar (Pemimpin)

Apa yang membuat para pemimpin itu berbeda dengan orang biasa, apa yang membuat mereka menarik?. Orang-orang biasa tentu akan kagum, terpesona dan menghargai orang-orang besar. Ibarat dunia ini layar pertunjukkan mereka adalah pemerannya. Dunia tempat pentas para pemimpin dalam memainkan peran drama kepemimpinannya. Sementara orang biasa? Sebagai hiasan latar pertujukkan panggung supaya ramai. Mengapa seorang menjadi besar?  Determinisme Genentis, yakni suatu paham yang menanggap bahwa seorang menjadi besar karena memiliki bakat menjadi orang besar dan bawaan genetik. Kita semua paham bahwa setiap orang itu unik dan berbeda dengan bakat yang dimilikinya. Bakat ini akan semakin berkembang jika berada di lingkungan yang serupa, karena setiap waktu berkutat dengan orang yang sebidang yang akan menambah skill dan pengetahuan terkait hal yang menjadi bakat kita. Kemudian dari bakat yang besar di lingkungan itu tinggal menunggu momentum historis untuk menjadi orang besar. Kesempatan berb...
Postingan terbaru

Jangan Pernah Lari dari Segala yang Menyeramkan

Ketakutan itu wajar. Semua orang punya. Tapi kalau terus dituruti dan dihindari, rasa takut justru makin besar. Manusia memang cenderung menjauh dari hal-hal yang tidak nyaman atau menegangkan. Padahal, salah satu cara paling efektif untuk melatih EQ adalah dengan berani menghadapinya. Bukan berarti harus melakukan hal nekat atau mencari bahaya. Yang dimaksud adalah berani menghadapi konsekuensi. Misalnya tanpa sengaja merusak barang di rumah, apalagi itu milik ibu yang tegas. Sangat mudah untuk pura-pura tidak tahu atau menyalahkan hal lain. Namun memilih lari hanya akan membuat mental tetap lemah. Bayangan dimarahi memang menakutkan, tetapi justru di situlah latihannya: berani bertanggung jawab. Sering kali ketakutan hanya hidup di kepala. Bisa saja nanti dimarahi, bisa juga ternyata dimaafkan. Apa pun hasilnya, yang penting berani menerima konsekuensinya. Di awal pasti ada rasa gemetar dan cemas. Itu normal. Namun jika terus dibiasakan, emosi akan semakin stabil dan daya tahan menta...

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Patung yang Tampak Kurang Pas

  Pada bagian pendahuluan buku  Blink,  Malcolm Gladwell membuka kisah dengan cerita tentang sebuah patung Yunani kuno yang semula dianggap asli oleh para ahli, namun kemudian memunculkan keraguan hanya dengan sekali pandang. Judulnya, “Patung yang Tampak Kurang Pas”, mengambarkan bagaimana intuisi dapat bekerja lebih cepat daripada analisis logis yang panjang dan menghabiskan banyak waktu. Kisah ini dimulai pada bulan September 1983, dimana seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California. Ia ingin menjual sebuah patung yang dikenal dengan sebutan kourus, yang konon katanya hanya ada sekitar dua ratus di dunia. Patung ini berasal dari abad keenam belas Sebelum Masehi, sehingga Becchina menghargai patung ini sangat mahal, yakni mendekati 10 juta dolar. Museum Getty sangat tertarik dengan patung tersebut. Bagaimana tidak, kebanyakan patung-patung kourus ditemukan dalam keadaan rusak berat, sementara patung yang dijual Be...

Pesan

  Tempat kesukaan Bapak setiap malam, kursi hijau dengan meja panjang tempat kopi dan rokoknya. Anak perempuan kesayangan dengan rasa penasarannya bertanya bagaimana perjalanan yang dilalui Bapak sewaktu muda. Dari pertanyaan tersebut beliau dengan perlahan menggambil korek api dan menyalakan rokok yang hanya tersisa satu batang di meja. Pikirku, Bapak tidak mau bercerita. Setelah menyeruput kopi hitam buatan Ibu, suara Bapak dengan lembut memanggil namaku dan mulai bercerita bagaimana kehidupan dan perjalanan beliau saat remaja.  Pertengahan cerita pasti selalu aku sela dengan banyak pertanyaan, dan beliau akan menjawab dengan tenang, pelan dan semua jawaban yang keluar itu berdasarkan apa yang dialami langsung. Pikirku lagi, wah Bapakku hebat sekali ya, bisa bertahan dalam kondisi seperti itu, bagaimana bisa? padahal masih kecil, tapi sudah berani merantau dan melalang buana sejauh itu, bertemu dan berinteraksi dengan orang yang lebih dewasa, seorang diri lagi. Berani sekali...