Langsung ke konten utama

Postingan

Berilah Banyak ke Dia yang Kebagian Sedikit

  Di luar sana, banyak orang banyak yang beruntung disemua hal: interaksi sosialnya bagus, sehingga dia memiliki banyak teman. Namanya terkenal dan populer, sehingga banyak yang mencintainya. Juga hal-hal sejenis seperti strata sosial, harta, good looking, dan lainnya, membuatnya dianugerahi jalan hidup yang nyaris sempurna. Orang yang seperti ini beruntung. Ketika kesusahan, pasti banyak yang membantu. Dia menerima banyak ucapan selamat ketika kelulusan dan kado-kado ketika ulang tahun.  Di sini, kita justru diajak untuk melihat mereka yang tidak dianugerahi hal yang demikian tadi. Kaidah ini melihat sosok yang tidak populer, cenderung dijauhi, kurang beruntung pada kemampuan bersosialisasi, atau gampangnya: orang yang tidak dicintai.  Dunia ini berlaku hukum yang unik: belum tentu kamu orang baik yang berbuat baik akan dianggap baik dan menerima hal baik. Sebaik-baik manusia, ia tidak lepas dari fitnah, cobaan, atau yang semacam ini. Artinya, banyak orang baik, pejuang,...
Postingan terbaru

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Pesan

  Tempat kesukaan Bapak setiap malam, kursi hijau dengan meja panjang tempat kopi dan rokoknya. Anak perempuan kesayangan dengan rasa penasarannya bertanya bagaimana perjalanan yang dilalui Bapak sewaktu muda. Dari pertanyaan tersebut beliau dengan perlahan menggambil korek api dan menyalakan rokok yang hanya tersisa satu batang di meja. Pikirku, Bapak tidak mau bercerita. Setelah menyeruput kopi hitam buatan Ibu, suara Bapak dengan lembut memanggil namaku dan mulai bercerita bagaimana kehidupan dan perjalanan beliau saat remaja.  Pertengahan cerita pasti selalu aku sela dengan banyak pertanyaan, dan beliau akan menjawab dengan tenang, pelan dan semua jawaban yang keluar itu berdasarkan apa yang dialami langsung. Pikirku lagi, wah Bapakku hebat sekali ya, bisa bertahan dalam kondisi seperti itu, bagaimana bisa? padahal masih kecil, tapi sudah berani merantau dan melalang buana sejauh itu, bertemu dan berinteraksi dengan orang yang lebih dewasa, seorang diri lagi. Berani sekali...

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Patung yang Tampak Kurang Pas

  Pada bagian pendahuluan buku  Blink,  Malcolm Gladwell membuka kisah dengan cerita tentang sebuah patung Yunani kuno yang semula dianggap asli oleh para ahli, namun kemudian memunculkan keraguan hanya dengan sekali pandang. Judulnya, “Patung yang Tampak Kurang Pas”, mengambarkan bagaimana intuisi dapat bekerja lebih cepat daripada analisis logis yang panjang dan menghabiskan banyak waktu. Kisah ini dimulai pada bulan September 1983, dimana seorang pedagang barang seni bernama Gianfranco Becchina datang ke Museum J. Paul Getty di California. Ia ingin menjual sebuah patung yang dikenal dengan sebutan kourus, yang konon katanya hanya ada sekitar dua ratus di dunia. Patung ini berasal dari abad keenam belas Sebelum Masehi, sehingga Becchina menghargai patung ini sangat mahal, yakni mendekati 10 juta dolar. Museum Getty sangat tertarik dengan patung tersebut. Bagaimana tidak, kebanyakan patung-patung kourus ditemukan dalam keadaan rusak berat, sementara patung yang dijual Be...

Prinsip Kebaikan dan Jasa

Prinsip Kebaikan dan Jasa Ada sebuah cerita tentang dua orang kawan sedang duduk bersama. Sebut saja Andi dan Eko. Andi meminta satu hal pada Eko, sesuatu yang bisa dia pegang selamanya. Kita sebut saja: prinsip. Eko ini  dikenal orang yang cerdas dan wawasannya luas sehingga banyak kawan-kawannya yang meminta pandangan darinya. Mendengar pertanyaan dari Andi, seperti biasa Eko pun memberikan level pilihan dan Andi memilih level tertinggi. Prinsip itu berbunyi "Ukurlah manusia dalam kadar jasa, bukan kesukaan" . "Ukuran" yang dimaksud itu misalnya begini. Suatu waktu Eko melihat sebuah postingan isinya kira-kira begini: "Emang ya, kadang orang yang baru bahkan yang tidak dikenal itu lebih baik ke kita daripada orang yang udah lama kenal". Pernyataan di atas bisa jadi benar dalam situasi tertentu, tapi tidak tepat bahkan batal bila diukur dengan prinsip tadi. Eko memberi contoh. Ia punya teman lama, sebut saja Ahmad yang sudah dikenalnya 10 tahun lebih. Mot...

Pengalaman Pertama Kali Menjadi Volunteer (Part 1)

  Akhir tahun 2024 kemarin, ada satu keinginan sederhana yang terbesit dalam benak saya. Ikut kegiatan volunteer. Keinginan ini muncul karena salah satu teman saya yang sering memberikan informasi pengetahuan melalui status Whatssapp, dan salah satunya tentang volunteer. Di statusnya dia menulis: "Setidaknya sekali seumur hidup, cobalah ikut kegiatan volunteer." D ari kalimat itulah, saya tergerak untuk ikut, penasaran. Saya mulai dengan mengikuti akun Instagram komunitas volunteer yang ada di daerah saya, Gorontalo. Cukup lama mencarinya, terkadang mendapatkan yang komunitasnya sudah tidak aktif lagi. Sampai kemudian saya melihat cerita Instagram teman luar daerah saya, yang membagikan informasi terkait sosial project yang diadakan oleh komunitasnya, yaitu Gerakan Mengajar Desa (GMD). Setelah baca-baca informasinya, ternyata mereka bekerja sama dengan 15 provinsi di Indonesia, dan salah satunya Provinsi Gorontalo. Wah, senang sekali setelah mengetahui informasi tersebut. Set...