Terkadang hal-hal yang paling tak terduga justru mengajarkanmu banyak hal tentang dirimu sendiri. Statis. Begitulah cara seseorang yang baru mengenal saya selama enam bulan menggambarkan saya, tetapi berbicara seolah-olah mereka tahu segalanya. Awalnya, saya mempertanyakan kata itu sendiri. Bukan karena menyakitkan, bahkan bukan dalam arti defensif, tetapi karena rasanya janggal. Seperti label yang hampir cocok, tetapi entah bagaimana ditempatkan di rak yang salah. Dan cara mereka memandang saya sebagai seseorang yang terjebak, mungkin bahkan terperangkap, tidak benar-benar ke mana-mana, bukanlah sesuatu yang sepenuhnya salah. Karena kenyataannya, tidak semua hal yang penting itu terlihat. Aku tahu kapan saatnya untuk bergerak. Aku tahu kapan mengerahkan seluruh kemampuan adalah hal yang tepat. Dan aku tahu kapan mundur adalah hal paling penuh kasih yang bisa kulakukan, pertama untuk diriku sendiri, dan kemudian untuk segalanya. Saya tidak bersaing dengan siapa pun. Tidak bersaing untu...