Pada dasarnya, lupa itu adalah hal normal. Itu wajar. Sekarang kita anggap otak normal manusia di sini bernilai 50. Kadang ingat kadang juga lupa, pokoknya imbang. Ada juga yang nilai ingatannya 100, yakni otak super yang dikenal dengan ingatan fotografi. Dari 50 tadi, otakmu bisa turun ke 40, 30, ini yang disebut dengan otak pelupa, yang disebabkan oleh banyak hal. Yang paling merusak adalah segala sesuatu yang diakibatkan oleh zat kimia, misal alkohol atau narkoba. Otakmu bisa merosot sampai ke nilai 20 ke bawah karena terlalu parah. Oke, katakanlah kamu anak baik-baik yang tidak pakai zat kimia tadi, tapi otak masih lelet? Ada satu penyebab kenapa otak bisa babak belur parah sekali. Satu penyebab yang dianggap remeh atau bahkan dianggap keren: stres. Lalu kurang tidur. Sering begadang. Memang tidak selalu, tapi salah satu pemicu sulit tidur adalah stres. Apalagi orang-orang insecure, tidak enakan, overthinking, baperan, susah syukur, hidupnya melow-melow terus, wah bahaya...
Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...