Di luar sana, banyak orang banyak yang beruntung disemua hal: interaksi sosialnya bagus, sehingga dia memiliki banyak teman. Namanya terkenal dan populer, sehingga banyak yang mencintainya. Juga hal-hal sejenis seperti strata sosial, harta, good looking, dan lainnya, membuatnya dianugerahi jalan hidup yang nyaris sempurna. Orang yang seperti ini beruntung. Ketika kesusahan, pasti banyak yang membantu. Dia menerima banyak ucapan selamat ketika kelulusan dan kado-kado ketika ulang tahun. Di sini, kita justru diajak untuk melihat mereka yang tidak dianugerahi hal yang demikian tadi. Kaidah ini melihat sosok yang tidak populer, cenderung dijauhi, kurang beruntung pada kemampuan bersosialisasi, atau gampangnya: orang yang tidak dicintai. Dunia ini berlaku hukum yang unik: belum tentu kamu orang baik yang berbuat baik akan dianggap baik dan menerima hal baik. Sebaik-baik manusia, ia tidak lepas dari fitnah, cobaan, atau yang semacam ini. Artinya, banyak orang baik, pejuang,...
Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...