Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Tidak Tampil untuk Persepsi

Terkadang hal-hal yang paling tak terduga justru mengajarkanmu banyak hal tentang dirimu sendiri. Statis. Begitulah cara seseorang yang baru mengenal saya selama enam bulan menggambarkan saya, tetapi berbicara seolah-olah mereka tahu segalanya. Awalnya, saya mempertanyakan kata itu sendiri. Bukan karena menyakitkan, bahkan bukan dalam arti defensif, tetapi karena rasanya janggal. Seperti label yang hampir cocok, tetapi entah bagaimana ditempatkan di rak yang salah. Dan cara mereka memandang saya sebagai seseorang yang terjebak, mungkin bahkan terperangkap, tidak benar-benar ke mana-mana, bukanlah sesuatu yang sepenuhnya salah. Karena kenyataannya, tidak semua hal yang penting itu terlihat. Aku tahu kapan saatnya untuk bergerak. Aku tahu kapan mengerahkan seluruh kemampuan adalah hal yang tepat. Dan aku tahu kapan mundur adalah hal paling penuh kasih yang bisa kulakukan, pertama untuk diriku sendiri, dan kemudian untuk segalanya. Saya tidak bersaing dengan siapa pun. Tidak bersaing untu...
Postingan terbaru

Orang Besar (Pemimpin)

Apa yang membuat para pemimpin itu berbeda dengan orang biasa, apa yang membuat mereka menarik?. Orang-orang biasa tentu akan kagum, terpesona dan menghargai orang-orang besar. Ibarat dunia ini layar pertunjukkan mereka adalah pemerannya. Dunia tempat pentas para pemimpin dalam memainkan peran drama kepemimpinannya. Sementara orang biasa? Sebagai hiasan latar pertujukkan panggung supaya ramai. Mengapa seorang menjadi besar?  Determinisme Genentis, yakni suatu paham yang menanggap bahwa seorang menjadi besar karena memiliki bakat menjadi orang besar dan bawaan genetik. Kita semua paham bahwa setiap orang itu unik dan berbeda dengan bakat yang dimilikinya. Bakat ini akan semakin berkembang jika berada di lingkungan yang serupa, karena setiap waktu berkutat dengan orang yang sebidang yang akan menambah skill dan pengetahuan terkait hal yang menjadi bakat kita. Kemudian dari bakat yang besar di lingkungan itu tinggal menunggu momentum historis untuk menjadi orang besar. Kesempatan berb...

Jangan Pernah Lari dari Segala yang Menyeramkan

Ketakutan itu wajar. Semua orang punya. Tapi kalau terus dituruti dan dihindari, rasa takut justru makin besar. Manusia memang cenderung menjauh dari hal-hal yang tidak nyaman atau menegangkan. Padahal, salah satu cara paling efektif untuk melatih EQ adalah dengan berani menghadapinya. Bukan berarti harus melakukan hal nekat atau mencari bahaya. Yang dimaksud adalah berani menghadapi konsekuensi. Misalnya tanpa sengaja merusak barang di rumah, apalagi itu milik ibu yang tegas. Sangat mudah untuk pura-pura tidak tahu atau menyalahkan hal lain. Namun memilih lari hanya akan membuat mental tetap lemah. Bayangan dimarahi memang menakutkan, tetapi justru di situlah latihannya: berani bertanggung jawab. Sering kali ketakutan hanya hidup di kepala. Bisa saja nanti dimarahi, bisa juga ternyata dimaafkan. Apa pun hasilnya, yang penting berani menerima konsekuensinya. Di awal pasti ada rasa gemetar dan cemas. Itu normal. Namun jika terus dibiasakan, emosi akan semakin stabil dan daya tahan menta...

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...