Langsung ke konten utama

Pesan

 

Tempat kesukaan Bapak setiap malam, kursi hijau dengan meja panjang tempat kopi dan rokoknya. Anak perempuan kesayangan dengan rasa penasarannya bertanya bagaimana perjalanan yang dilalui Bapak sewaktu muda. Dari pertanyaan tersebut beliau dengan perlahan menggambil korek api dan menyalakan rokok yang hanya tersisa satu batang di meja. Pikirku, Bapak tidak mau bercerita.

Setelah menyeruput kopi hitam buatan Ibu, suara Bapak dengan lembut memanggil namaku dan mulai bercerita bagaimana kehidupan dan perjalanan beliau saat remaja.  Pertengahan cerita pasti selalu aku sela dengan banyak pertanyaan, dan beliau akan menjawab dengan tenang, pelan dan semua jawaban yang keluar itu berdasarkan apa yang dialami langsung. Pikirku lagi, wah Bapakku hebat sekali ya, bisa bertahan dalam kondisi seperti itu, bagaimana bisa? padahal masih kecil, tapi sudah berani merantau dan melalang buana sejauh itu, bertemu dan berinteraksi dengan orang yang lebih dewasa, seorang diri lagi. Berani sekali.

Banyak pelajaran yang dapat kuambil dari cerita Bapak, apalagi usiaku sekarang masih terbilang sangat muda. Mungkin setiap malam aku akan menangih cerita seru lainnya. Tentu saja, diakhir cerita beliau selalu memberikan nasehat untukku agar kelak anak perempuannya ini tidak kehilangan arah saat melangkah. 

Beliau berpesan ketika berada di lingkungan baru, tempat baru, segera kenali semuanya. Kenali tempatnya, orang-orangnya, karakternya, pelajari dan pahami mereka. Maka ketika ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi, bencana banjir misalnya, kita sudah siap apa yang harus kita lakukan, kemana kita akan lari untuk berlindung da menyelamatkan diri. Padahal tempat itu baru kita tinggali beberapa waktu, tapi kita sudah tahu bagaimana bertindak ketika hal itu terjadi, tidak bingung harus kemana, harus melakukan apa, karena sejak awal kita sudah siap.

Begitu juga dengan orang-orangnya, berusahalah untuk menjalin komunikasi kecil yang baik, sebatas tegur sapa saat berpapasan itu sudah lebih dari cukup. Jangan diam-diam saja, jangan malu untuk bertanya. Dengan begitu, kelak mereka akan ingat kamu bahkan membantumu saat butuh bantuan. Satu lagi yang penting, jangan paksakan mereka menyesuaikan diri denganmu, tapi belajarlah untuk menyesuaikan diri dengan mereka agar tidak terjadi sekat diantara kalian.

Satu pesan Bapak yang selalu menjadi peganganku ketika ingin menjadi beda tetapi tidak merugikan diri sendiri dan orang lain:
"Selalu posisikan dirimu pada posisi yang berlawanan, tapi pastikan dirimu tetap berada di titik yang aman."

Bapak tidak pernah bosan mengingatkanku untuk selalu menempatkan diri di sisi yang berseberangan untuk memahami, tapi jangan sampai kehilangan pijakan yang membuatku tetap aman.

Sudahkah kalian mengobrol panjang dengan orang yang kalian sayangi akhir-akhir ini? 

Terima kasih sudah membaca 🍊


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Prinsip Kebaikan dan Jasa

Prinsip Kebaikan dan Jasa Ada sebuah cerita tentang dua orang kawan sedang duduk bersama. Sebut saja Andi dan Eko. Andi meminta satu hal pada Eko, sesuatu yang bisa dia pegang selamanya. Kita sebut saja: prinsip. Eko ini  dikenal orang yang cerdas dan wawasannya luas sehingga banyak kawan-kawannya yang meminta pandangan darinya. Mendengar pertanyaan dari Andi, seperti biasa Eko pun memberikan level pilihan dan Andi memilih level tertinggi. Prinsip itu berbunyi "Ukurlah manusia dalam kadar jasa, bukan kesukaan" . "Ukuran" yang dimaksud itu misalnya begini. Suatu waktu Eko melihat sebuah postingan isinya kira-kira begini: "Emang ya, kadang orang yang baru bahkan yang tidak dikenal itu lebih baik ke kita daripada orang yang udah lama kenal". Pernyataan di atas bisa jadi benar dalam situasi tertentu, tapi tidak tepat bahkan batal bila diukur dengan prinsip tadi. Eko memberi contoh. Ia punya teman lama, sebut saja Ahmad yang sudah dikenalnya 10 tahun lebih. Mot...

Contoh Teks Eksposisi tentang Lingkungan Alam

N asib Hutan Kita Semakin Suram Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan. Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi dan penebangan liar semakin meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan. Keterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang didominasi oleh pemeritah pusat dan mengesampingkan keberadaan masyarakat lokal. Adanya konflik-konflik seperti konflik antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, atau antara masyarakat lokal dengan Pemerintah, semakin memperburuk kondisi kehutanan di Indonesia. Selain itu, lemahnya penegakan hukum menyebabkan semakin parahnya kerusakan hutan. Kerusakan ...