Ketakutan itu wajar. Semua orang punya. Tapi kalau terus dituruti dan dihindari, rasa takut justru makin besar. Manusia memang cenderung menjauh dari hal-hal yang tidak nyaman atau menegangkan. Padahal, salah satu cara paling efektif untuk melatih EQ adalah dengan berani menghadapinya.
Bukan berarti harus melakukan hal nekat atau mencari bahaya. Yang dimaksud adalah berani menghadapi konsekuensi. Misalnya tanpa sengaja merusak barang di rumah, apalagi itu milik ibu yang tegas. Sangat mudah untuk pura-pura tidak tahu atau menyalahkan hal lain. Namun memilih lari hanya akan membuat mental tetap lemah. Bayangan dimarahi memang menakutkan, tetapi justru di situlah latihannya: berani bertanggung jawab.
Sering kali ketakutan hanya hidup di kepala. Bisa saja nanti dimarahi, bisa juga ternyata dimaafkan. Apa pun hasilnya, yang penting berani menerima konsekuensinya. Di awal pasti ada rasa gemetar dan cemas. Itu normal. Namun jika terus dibiasakan, emosi akan semakin stabil dan daya tahan mental ikut meningkat.
Setiap orang seperti memiliki “tong” berisi kegugupan. Jika tidak pernah dikuras, isinya akan penuh terus. Cara menguranginya adalah dengan sering melatih diri tampil. Dalam seminar atau pertemuan, biasakan untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Dengan sering tampil, rasa gugup perlahan berkurang. Selain itu, kondisi fisik juga berpengaruh pada emosi. Saat gugup atau marah, jantung berdetak lebih cepat dan aliran darah meningkat. Dalam kondisi seperti itu, pikiran jernih sering terganggu. Karena itu, olahraga yang melatih jantung seperti lari, push-up, renang, atau bersepeda sangat membantu. Tubuh yang terbiasa dengan detak jantung cepat akan lebih mudah mengendalikan emosi saat situasi memanas.
Ada satu prinsip sederhana: yang lebih dulu kehilangan kendali emosi biasanya justru kalah. Dalam debat, orang yang terpancing emosi cenderung kehilangan alur berpikirnya. Dalam konflik fisik pun, kemarahan berlebihan membuat gerakan menjadi kaku. Hal yang sama terlihat dalam pertandingan olahraga, yaitu ketika pemain terpancing ejekan dan tidak bisa mengendalikan diri, performanya menurun.
Terima kasih sudah membaca 🍊
Komentar
Posting Komentar