Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Bagaimana menjadi orang kuat?

Jika ingin menjadi orang kuat, setidaknya lakukan tiga hal berikut. 1. Jangan Mengeluh Apapun yang terjadi, seberat-beratnya kondisi, jangan mengeluh, paling minimal tahan tanganmu agar tidak menyampaikan kesedihan ke publik (medsos). Perbedaan antara yang kuat dan yang payah adalah disini. Kalo bisa menahan diri untuk tidak mengeluh, kamu bisa jadi kuat. Hidup itu pilihan. Silakan pilih mana yang kamu ingin jalani. 2. Minimalkan mengandalkan orang lain, minta bantuan orang lain, jadilag mandiri (kerjakan sendiri). Kalo dalam bahasa jawa, urusen urusanmu dewe cah!. Mereka yang mengandalkan dirinya sendiri, secara emosional maupun reputasi benar-benar kuat. Ini lebih berat dari yang pertama tadi. Sebab pada dasarnya, ini menyalahi kodrat manusia sebagai mahluk sosial. Kata "sendirian" selalu dikaitkan dengan hal yang tidak baik. Harus bisa menahan apapun sendirian itu berarti membuat psikis diri sendiri menjadi babak belur. Biasanya orang yang melakukan apa-apa sendirian itu m...

Orang Besar (Pemimpin)

Apa yang membuat para pemimpin itu berbeda dengan orang biasa, apa yang membuat mereka menarik?. Orang-orang biasa tentu akan kagum, terpesona dan menghargai orang-orang besar. Ibarat dunia ini layar pertunjukkan mereka adalah pemerannya. Dunia tempat pentas para pemimpin dalam memainkan peran drama kepemimpinannya. Sementara orang biasa? Sebagai hiasan latar pertujukkan panggung supaya ramai. Mengapa seorang menjadi besar?  Determinisme Genentis, yakni suatu paham yang menanggap bahwa seorang menjadi besar karena memiliki bakat menjadi orang besar dan bawaan genetik. Kita semua paham bahwa setiap orang itu unik dan berbeda dengan bakat yang dimilikinya. Bakat ini akan semakin berkembang jika berada di lingkungan yang serupa, karena setiap waktu berkutat dengan orang yang sebidang yang akan menambah skill dan pengetahuan terkait hal yang menjadi bakat kita. Kemudian dari bakat yang besar di lingkungan itu tinggal menunggu momentum historis untuk menjadi orang besar. Kesempatan berb...

Kuncinya adalah Jam Terbang

Kuncinya adalah Jam Terbang. Semakin sering tampil, semakin baik. Di sini setidaknya ada 2 aspek yang penting. Pertama tentu saja adalah menghapus kekhawatiran dan ketakutan yang muncul. Orang yang minim pengalaman sudah pasti banyak ketakutan. Ini didukung oleh apa yang disebut dengan Negativity Bias , yakni kecenderungan otak itu mikirin hal-hal yang serem, bahaya, "Ah nanti bakal diejek" "Nanti kalau salah kena hukum'' dll.  Aspek ini tidak sekadar menekankan untuk menghadapi dan melawan pikiran negatif semacam itu, tapi lebih jauh, adalah "Lho, ternyata segini doang" "Ternyata gapapa". Contoh, kamu sedang belajar nyetir mobil. Ketakutan terbesarnya tentu saja nabrak, atau minimal bikin baret mobilnya. Namun, di kalangan para sopir berpengalaman ada suatu kaidah; "Kalau belum pernah nabrak, berarti belum jago". Bukan berarti nabrak itu wajib atau syarat jadi jago nyetir tetapi mental setelah nabrak itulah yang menentukan: pilihann...