Langsung ke konten utama

Orang Besar (Pemimpin)

Apa yang membuat para pemimpin itu berbeda dengan orang biasa, apa yang membuat mereka menarik?. Orang-orang biasa tentu akan kagum, terpesona dan menghargai orang-orang besar. Ibarat dunia ini layar pertunjukkan mereka adalah pemerannya. Dunia tempat pentas para pemimpin dalam memainkan peran drama kepemimpinannya. Sementara orang biasa? Sebagai hiasan latar pertujukkan panggung supaya ramai.

Mengapa seorang menjadi besar? 

  • Determinisme Genentis, yakni suatu paham yang menanggap bahwa seorang menjadi besar karena memiliki bakat menjadi orang besar dan bawaan genetik. Kita semua paham bahwa setiap orang itu unik dan berbeda dengan bakat yang dimilikinya. Bakat ini akan semakin berkembang jika berada di lingkungan yang serupa, karena setiap waktu berkutat dengan orang yang sebidang yang akan menambah skill dan pengetahuan terkait hal yang menjadi bakat kita. Kemudian dari bakat yang besar di lingkungan itu tinggal menunggu momentum historis untuk menjadi orang besar. Kesempatan berbanding lurus dengan kesiapan.
  • Determinasi Sosial, yakni suatu paham yang menganggap bahwa seorang menjadi besar karena ditentukan oleh situasi sosial dan lingkungan.
Menurut Rakhmat (2000), menjadi orang besar perlu:
  1. Situasi ekonomi, sosial, politik untuk mengambil keputusan yang heroik. Misalnya dalam masyarakat mengalami destabilisasi (hilangnya keseimbangan pada suatu sistem), disorganisasi (kacaunya akibat runtuh sistem yang teratur) dan pra-evolusi (sebelum adanya perubahan/perkembangan).
  2. Harus berada dalam posisi untuk mengambil keputusan yang penting secara otoritatif (seimbang), lawan dari otoriter (aturan yang ketat tanpa bernegosiasi terlebih dahulu).
  3. Perubahan sejarah yang hanya terjadi bila sejumlah orang besar terlibat didalamnya.
Penyebab seorang menjadi manusia besar:
  1. Kekuatan intelektual untuk memahami realitas.
  2. Kemampuan bertindak yang tepat.
Charles de Gaule mengatakan bahwa "Tak ada sesuatu yang besar tercipta tanpa orang besar". Mereka menjadi besar karena menginginkannya bukan mengharapkannya. Para pemimpin memiliki kemauan sendiri yang kuat dan tahu cara memobilisasi orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Jenis - Jenis Wayang

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.Wayang kulit dilihat dari umur,dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Diantara nya yaitu : 1.Wayang Purwa   Wayang purwa, Purwa  berasal dari bahasa Jawa yang berarti awal.Selain wayang Purwa, jenis wayang kulit yang lain diantaranya yaitu : wayang madya,wayang gedog dan wayang dupara. 2.Wayang Wong  Wayang wong adalah salah satu seni pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. 3.Wayang Golek Wayang golek adalah jenis wayang yang mempertunjukan boneka kayu. 4.Wayang Suket    Wayang suket yaitu wayang yang terbuat dari rumput.  5.Wayang Motekar   Wayang motekar atau wayang plastik berwarna.   Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan,media informasi,dan media hib...