Jika ingin menjadi orang kuat, setidaknya lakukan tiga hal berikut.
1. Jangan Mengeluh
Apapun yang terjadi, seberat-beratnya kondisi, jangan mengeluh, paling minimal tahan tanganmu agar tidak menyampaikan kesedihan ke publik (medsos). Perbedaan antara yang kuat dan yang payah adalah disini. Kalo bisa menahan diri untuk tidak mengeluh, kamu bisa jadi kuat. Hidup itu pilihan. Silakan pilih mana yang kamu ingin jalani.
2. Minimalkan mengandalkan orang lain, minta bantuan orang lain, jadilag mandiri (kerjakan sendiri).
Kalo dalam bahasa jawa, urusen urusanmu dewe cah!. Mereka yang mengandalkan dirinya sendiri, secara emosional maupun reputasi benar-benar kuat. Ini lebih berat dari yang pertama tadi. Sebab pada dasarnya, ini menyalahi kodrat manusia sebagai mahluk sosial. Kata "sendirian" selalu dikaitkan dengan hal yang tidak baik. Harus bisa menahan apapun sendirian itu berarti membuat psikis diri sendiri menjadi babak belur. Biasanya orang yang melakukan apa-apa sendirian itu memang tidak punya pilihan lain (misal dibuang atau dijauhi).
3. Kejam terhadap diri sendiri
Memaksa diri tegas, keras dan tegas. Jika orang lain belajar sehari satu jam, dia paksa dirinya tiga bahkan 5 jam sehari. Ketika yang lain foya-foya di mall dan beli jajan ini itu, dia tahan diri untuk nabung dan hemat. Yang lain ke bioskop, kencan atau hiburan ke pantai, dia mengasah kemampuannya, sendirian. Poin tiga ini nyaris mustahil diketahui dari luar, sebab titik ini biasanya tidak pernah muncul dipublik. Poin ini sudah level berbeda: Siapapun yang bisa atau berani melakukannya. Kalo kata Senku jaminannya 10 billion percent. 10 miliar persen pasti jadi sangat kuat.
Strategi underdogs (satu dari sekian cara efektif bagi manusia tanpa bakat untuk mengalahkan manusia ajaib), setidaknya butuh tiga hal tadi. Tapi tentu tidak gampang fren. Sulit menahan diri agar tidak mengeluh. Lebih asik kan kalau sakit, posting tangan lagi diinfus, lagi wisuda atau ultah diposting, ini sifat alami manusia (dan ini tidak salah) selaku mahluk sosial: kalau lagi down, ingin disupport, dielus-elus. Wuuuuu~
Atau dalam kondisi biasa, misal ada 11 orang mau motoran ke pantai, bakal ada satu orang tuh yang naik motor sendirian disini. Ini saja udah berat, tidak banyak yang mau. Apalagi belajar semalaman, sendirian, atau keluar sendirian.
Tiga hal pasti dimiliki oleh mereka, yang jadi seperti sebuah pola kesamaan orang-orang kuat. Emosional yang dilatih sedemikan keras, melahirkan ketangguhan. Mata mereka begitu khas. Kita pasti mudah mengenalinya hanya dengan melihat matanya saja: Mata yang sebenarnya lelah, tapi tajam dan menyala. Lelah tapi menolak kalah.
Keteguhan melahirkan kekuatan dan nantibya mengubah secara alami sikap, pemikiran dan hal-hal kecil seperti cara berjalan, duduk dan bicara. Kita biasanya menyebutnya dengan "Wibawa". Wibawa inilah yang menjadi kesamaan orang-orang kuat, para pemenang dan bereputasi besar. Kamu bisa merasakan dari kejauhan tekanannya.
Tapi, menjadi kuat itu pilihan bagi mayoritas dari manusia: boleh iya boleh tidak, bukan kewajiban. Artinya, pada dasarnya kamu mengeluh ke publik itu yaa sah-sah saja.
Kewajiban menjadi kuat hanya dibebankan ke beberapa manusia, seperti para pemimpin, mereka yang menjadi fondasi, dan para teladan.
Boleh gagal, boleh lemah, tapi tidak boleh menampakkan kepayahan. Hidup itu harus nampak sisi kerennya saja, tidak malu-maluin diri sendiri. Itulah kehormatan. SHEEZZZZ π₯Άπ.
Sekian, saya mau namatin dunia lain dulu. Terima kasih sudah membaca π.
Catatan Kapten, 2023 - 2026
Komentar
Posting Komentar