Langsung ke konten utama

Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw


Periode dan Tahapan Dakwah
Dakwah Rasulullah saw. terbagi menjadi dua periode, yaitu periode Makkah selama tiga belas tahun dan periode Madinah selama sepuluh tahun. Pada periode Makkah terbagi lagi menjadi tiga fase yaitu fase dakwah secara sembunyi-sembunyi yang berjalan selama tiga tahun, fase dakwah secara terang-terangan yang dimulai pada tahun keempat nubuat hingga akhir tahun kesepuluh dan fase dakwah di luar makkah yang dimulai tahun kesepuluh nubuat hingga hijrah ke Madinah. 

Tiga Tahun Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi 
Keadaan Arab pada masa itu sangat sulit dan berat untuk diperbaiki, maka dalam menghadapi kondisi tersebut Rasulullah mengambil tindakan yang bijaksana yaitu berdakwah secara sembunyi-sembunyi agar penduduk tidak kaget ketika tiba-tiba menghadapi sesuatu yang menggusarkan mereka. Pada fase awal ini, ada dua kelompok yang menjadi sasaran utama dakwah Rasulullah: pertama, keluarga dan sahabat dekatnya. Kedua, individu yang dikenal memiliki karakter dan hubungan baik dengan beliau. Mereka yang masuk islam pada fase ini disebut dengan As-Sabiqun Al-Awwalun (orang-orang yang pertama kali memeluk Islam).

Berikut tokoh penting yang termasuk dalam golongan As-Sabiqun Al-Awwalun:
1. Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah saw.
2. Ali bin Abi Thalib, anak paman Rasulullah saw yang beliau asuh bersama sahabat dekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
3. Zaid bin Haritsah, pembantu Rasulullah saw.
4. Abu Bakar Ash-Shiddiq, sahabat dekat Rasulullah saw yang pertama kali memeluk Islam. Abu Bakar senang membantu Rasulullah berdakwah dan berkat seruannya ada beberapa sahabat besar juga yang memeluk Islam, yaitu Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Selain itu, golongan As-Sabiqun Al-Awwalun lainnya ada Bilal bin Rabbah, Al-Arqam bin Abil Arqam, Fatimah binti Al-Khattab, Abdullah bin Mas’ud, dan lainnya yang jumlahnya mencapai sekitar 40 orang, bahkan menurut Ibnu Hisyam, lebih dari itu.

Materi Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi
1. Mengesakan Allah Swt. 
Mengesakan Allah Swt. merupakan salah satu fokus dakwah Rasulullah saw di Makkah. Dakwah ini dilakukan karena masyarakat Makkah pada saat itu belum bertauhid. Ada beberapa hal yang disampaikan dalam dakwah Rasulullah di Makkah yaitu memurnikan aqidah, menumpaskan penyembahan berhala dan kewajiban untuk beribadah demi mencari rida Allah Swt.

2. Kehidupan Akhirat
Selama di Makkah, materi lain yang ditekankan Rasulullah adalah soal hari kiamat, kebangkitan manusia setelah kematian. Dalam dakwahnya, Rasulullah menyebutkan beberapa ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan kebangkitan setelah kematian dan hari kiamat, namun kafir Makkah tetap tidak mau percaya. Mereka menyuruh Rasulullah saw agar menghidupkan kembali nenek moyang mereka yang sudah meninggal. Mereka juga menuntut untuk diberi tahu tentang kedatangan hari kiamat.

Kaum Quraisy Mendengar Kabar Dakwah Rasulullah saw 
Setelah melihat beberapa kejadian, ternyata dakwah Rasulullah saw. sudah menyebar di kalangan orang-orang Quraisy. Meskipun dakwahnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perorangan, ternyata dari mereka tidak ada yang peduli. Akan tetapi, lama kelamaan ada perasaan khawatir yang menghantui mereka karena pengaruh tindakan- tindakan beliau. Oleh karena itu, mereka mulai menaruh perhatian terhadap dakwah beliau.

Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Selama periode ini, orang-orang Mukmin membentuk kelompok yang bertujuan untuk menguatkan hubungan tali persaudaraan dan saling membantu satu sama lain. Penyampaian dakwah terus berlangsung hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah saw. untuk menyampaikan ajaran Islam secara terang-terangan kepada kaumnya, mengungkap kebatilan mereka dan menghancurkan berhala yang mereka sembah.


Daftar Pustaka:
Mubarakfuri (al), Syaikh Shafiyyurrahman. 1997. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Muchlishon. 2019. Materi Ajaran Rasulullah saat Dakwah di Makkah. Nu.or.id. https://nu.or.id/amp/sirah-nabawiyah/materi-ajaran-rasulullah-saat-dakwah-di-makkah-yB1K1 


NAP, Gorontalo.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Prinsip Kebaikan dan Jasa

Prinsip Kebaikan dan Jasa Ada sebuah cerita tentang dua orang kawan sedang duduk bersama. Sebut saja Andi dan Eko. Andi meminta satu hal pada Eko, sesuatu yang bisa dia pegang selamanya. Kita sebut saja: prinsip. Eko ini  dikenal orang yang cerdas dan wawasannya luas sehingga banyak kawan-kawannya yang meminta pandangan darinya. Mendengar pertanyaan dari Andi, seperti biasa Eko pun memberikan level pilihan dan Andi memilih level tertinggi. Prinsip itu berbunyi "Ukurlah manusia dalam kadar jasa, bukan kesukaan" . "Ukuran" yang dimaksud itu misalnya begini. Suatu waktu Eko melihat sebuah postingan isinya kira-kira begini: "Emang ya, kadang orang yang baru bahkan yang tidak dikenal itu lebih baik ke kita daripada orang yang udah lama kenal". Pernyataan di atas bisa jadi benar dalam situasi tertentu, tapi tidak tepat bahkan batal bila diukur dengan prinsip tadi. Eko memberi contoh. Ia punya teman lama, sebut saja Ahmad yang sudah dikenalnya 10 tahun lebih. Mot...

Contoh Teks Eksposisi tentang Lingkungan Alam

N asib Hutan Kita Semakin Suram Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan. Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi dan penebangan liar semakin meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan. Keterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang didominasi oleh pemeritah pusat dan mengesampingkan keberadaan masyarakat lokal. Adanya konflik-konflik seperti konflik antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, atau antara masyarakat lokal dengan Pemerintah, semakin memperburuk kondisi kehutanan di Indonesia. Selain itu, lemahnya penegakan hukum menyebabkan semakin parahnya kerusakan hutan. Kerusakan ...