Hidup Seabad, Retas Sekedip
Akar yang perkasa,
Takluk pada tamak yang meraksasa.
Raga tegap nan gagah,
Rebah demi sekotak yang pasrah.
Dari pasak teguh menantang badai,
Kini meliuk bisu menjadi gulungan helai.
Mereka lupa, setiap lembar berarti jiwa yang terburai.
Setiap carik membawa jerit yang tak sampai.
Serat diperas, identitas dikuras habis.
Cokelat tubuh dibilas, dipaksa putih mengilap.
Dibasuh kimia hingga warnanya lenyap.
Menjelma selembar tipis, pengusap tangis.
Bertahun hidup, raib oleh sedetik kemudahan.
Dalih higienis dilontar, abai akan kehancuran.
Secarik ditarik untuk mengesat peluh,
Sementara dunia kehilangan teduh.
Sebuah tangis kering oleh selembar putih,
Sedang tak sadar ada duka lain yang lebih perih.
Yang tumbuh perlahan, luruh tanpa disesalkan.
Sekalipun petaka turut disemai dalam kenyamanan.
Komentar
Posting Komentar