Langsung ke konten utama

Otak-Otak Pelupa Menurut Penjelasan Ahli Neurosains, Lisa Genova

Pada dasarnya, lupa itu adalah hal normal. Itu wajar. Sekarang kita anggap otak normal manusia di sini bernilai 50. Kadang ingat kadang juga lupa, pokoknya imbang. Ada juga yang nilai ingatannya 100, yakni otak super yang dikenal dengan ingatan fotografi. 

Dari 50 tadi, otakmu bisa turun ke 40, 30, ini yang disebut dengan otak pelupa, yang disebabkan oleh banyak hal. Yang paling merusak adalah segala sesuatu yang diakibatkan oleh zat kimia, misal alkohol atau narkoba. Otakmu bisa merosot sampai ke nilai 20 ke bawah karena terlalu parah. 

Oke, katakanlah kamu anak baik-baik yang tidak pakai zat kimia tadi, tapi otak masih lelet? Ada satu penyebab kenapa otak bisa babak belur parah sekali. Satu penyebab yang dianggap remeh atau bahkan dianggap keren: stres. Lalu kurang tidur. Sering begadang. Memang tidak selalu, tapi salah satu pemicu sulit tidur adalah stres. Apalagi orang-orang insecure, tidak enakan, overthinking, baperan, susah syukur, hidupnya melow-melow terus, wah bahaya, otakmu sekarat. Anak melow salah satu penyebabnya adalah stres. Tidak bisa berfikir, fokus, tidak bisa produktif, lalu mengutuk nasib. Atau kalau tidak pakai kaidah umum ala-ala: "Semua akan indah pada waktunya..."

Cara menghilangkan stres? Resep ala Ibnu Hazim: Jauhi kebodohan.
Jika terlalu rumit, maka gunakan resep sederhana: kalo capek, istirahat sebentar. Ngopi-ngopi, curhat ke sahabat yang paling amanah jaga rahasia. Jangan mengumbar luka seolah paling menderita. Jangan. Malu-maluin iya, solutif kagak. (Kembali ke pilihan masing-masing mah kalau ini, eheheh)

Jika otakmu dalam nilai 40 ke bawah, maka pastikan untuk tidak kurang tidur. Ini wajib. Jangan nurutin overthinking malam-malam. 

Kemudian dipenjelasan itu, ada bagian yang menarik: beri perhatian penuh terhadap objek. Kita pasti punya teman yang setiap ngumpul, ngopi, pasti ada saja drama barang lupa naruh. Entah itu kunci motor, dompet, HP, pokoknya ada saja yang hilang. Cara supaya tidak lupa naruh barang: Ini gampang, misal ngopi, wajib untuk naruh kunci, HP, dompet dan lainnya didepan. Di meja dan harus kelihatan mata. Terapkan mosi tidak percaya ke diri sendiri: pokoknya harus taruh depan, nampak mata, titik. Begitu juga kalau baca buku, nyimak materi dikelas, ikut talkshow, webinar atau apapun itu, mosi tidak percaya ke diri sendiri: WAJIB NYATET. Tulis tangan. Omong kosong rekam, foto. Omong kosong sama "ah ngga usah nulis ntar juga ingat".

Kecuali kalo kamu terbukti punya otak super yakni ingatan fotografi, maka silakan ngga nyatet. Otak standar? Wajib nyatet. Jangan baca buku, baca doang selesai, udah. Bacalah sambil nyatet. Apa yang dicatat? Terserah, bebas. Pokoknya harus ada yang dicatat. Kaidah "Ikatlah ilmu dengan menulis" bukan tanpa alasan: itu solusi bagi otak-otak dibawah standar seperti kita. "...kecuali kamu selevel Imam Syafi'i..." Sang imam sekali lihat langsung hafal, satu kitab hafal hanya sekali duduk, lah kita?

Maka, biasakan nyatet. Terapkan mosi tidak percaya dengan tegas: "Saya tidak jenius, saya orangnya pelupa, maka saya harus nyatet". Sudah otak lelet, tidak mau nyatet, dikelas tidur atau main HP. Di kitab Ta'limul  Mu'taalim, orang kayak gini diejek dengan kalimat "Jununu Fununu" (orang gila itu ya macam-macam tingkahnya).

Ini adalah Catatan Kapten
Terima kasih sudah membaca 🍊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Mengulas Buku QUIET POWER: The Secret Strengths of Introverts

  Buku karya Susan Cain bersama dua kawannya yakni Gregory Mone dan Erica Moroz terdiri dari empat bab, yakni School, Socializing, Hobbies, dan Home. Namun tulisan kali ini saya hanya akan berfokus pada bab satu saja, yaitu School. Introduction Bagaimana perbedaan extrovert dan introvert? Para extrovert mereka yang menyelesaikan suatu masalah dengan keluar (berbicara) terlebih dahulu dibanding berpikir. Sedangkan introvert cenderung menyelesaikan suatu masalah di dalam otak dulu baru kemudian mengeluarkan idenya dalam suatu kesimpulan. Mereka lebih peka dan sensitif dalam indera. Gambar di atas menjadi gambaran antara extrovert dan introvert dalam berkomunikasi dan menyelesaikan suatu masalah. Lingkaran introvert penuh dengan coretan merah yang acak-acakkan, yang artinya seorang introvert otaknya ribut, sibuk melakukan observasi, menganalisa, mencerna suatu masalah dan kemudian keluar dengan satu kesimpulan yang berbobot. Sementara extrovert bisa dilihat coretan merahnya hanya sedi...

Keadaan Arab Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad saw

Pada masa sebelum Islam bahkan kelahiran Rasulullah, masyarakat Arab berada dalam kekacauan yang luar biasa. Mereka menyekutukan Allah, banyak berbuat maksiat, tidak memiliki norma dan berbagai kebobrokan lainnya yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Berikut ini kondisi Arab sebelum kelahiran Nabi: 1. Kondisi Politik Kekuasaan yang berlaku saat itu adalah sistem diktator. Kepemimpinan politik disana didasarkan pada suku-suku atau kabilah- kabilah guna mempertahankan diri dari serangan suku-suku yang lain. Setiap suku atau kabilah dipimpin oleh syaikh yang biasanya dipilih oleh warga klan yang lebih tua dari salah satu keluarga yang berpengaruh dan ia senantiasa bertindak setelah meminta saran-saran mereka. 2. Kondisi Agama Pada awalnya mayoritas bangsa Arab menganut agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s dan dilanjutkan oleh putranya Nabi Ismail a.s. Waktu bergulir sekian lama, hingga banyak di antara mereka yang melalaikan ajaran yang pernah disampaikan kepada mereka. ...