Langsung ke konten utama

Kultum Singkat Halal Bihalal Saling Memaafkan


Kodrat sebagai manusia tidak terlepas dari kesalahan dan ketidaksempurnaan dalam perbuatan. Namun demikian, manusia diciptakan serta dibekali dengan sifat-sifat untuk memperbaiki kesalahannya. Salah satu sifat yang dianjurkan untuk dimiliki adalah sifat pemaaf yang merupakan sifat mulia, karena tidak semua orang dapat dengan mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain

Hal-hal yang tidak disadari semua orang dalam pergaulan dengan sesama adalah melakukan sesuatu, baik secara lisan maupun perbuatan. Coba mari kita perhatikan lebih cermat diri kita. Apa yang sebenarnya dikeluarkan dari tubuh ini, semuanya tidak lain adalah kotoran. Tubuh kita mengeluarkan keringat, mata dan telinga mengeluarkan kotorannya, hidung pun juga demikian. Bahkan qubul dan dubur mengeluarkan kotoran yang merupakan najis. Maka yang tersisa adalah mulut atau lisan. Apakah juga akan kita keluarkan yang kotor atau sebaliknya?.

Jika yang keluar dari mulut adalah sesuatu yang "kotor" berupa kalimat atau pun ucapan negatif, kebohongan, cacian, fitnah, adu domba dan lain sebagainya. Maka apakah yang tersisa dari diri kita adalah kecuali semuanya adalah kejelekan, keburukan, dan kotoran. Inilah peran lisan untuk menjadikan diri kita lebih bernilai, yaitu menjaga dan memproduksi ucapan kebaikan, berupa kejujuran, ketulusan, dukungan dan lain sebagainya.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW :

سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Artinya : "Keselamatan manusia berada pada kemampuannya dalam menjaga lisannya". (H.R. Bukhari)

Jadi, pentingnya menjaga lisan kita. Sebab lisan diibaratkan pisau, yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang 

Hadirin yang dirahmati Allah SWT
Seperti yang dikatakan diawal, kodrat manusia tidak lepas dari kesalahan. Maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki agar lebih baik. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menyadari kesalahan dan bersegeralah meminta/memberi maaf.  Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Ali-Imran ayat 133-134 yang artinya: "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (133), (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan (134)"

Memberi maaf itu lebih sulit daripada meminta maaf, tapi memberi maaf lebih mulia daripada meminta maaf. Karena itu orang yang memberi maaf, menunjukkan jiwa yang lebih luhur daripada orang yang meminta maaf. Memberi maaf sangat dianjurkan oleh Allah SWT serta merupakan ciri-ciri orang yang bertaubat. Oleh karena itu, menuju bulan ramadhan ini, marilah kita saling berbuat kebaikan serta saling memaafkan antar sesama.

Kalau ada 1000 orang pemaaf, jadilah satu dari 1000 itu.
Kalau ada 100 orang pemaaf, jadilah satu dari 100 itu.
Kala ada 10 orang pemaaf, jadilah satu dari 10 itu.
Kalau hanya ada 1 orang pemaaf, maka jadilah yang satu itu.

Terima kasih, sekian.

Tugas Agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Prinsip Kebaikan dan Jasa

Prinsip Kebaikan dan Jasa Ada sebuah cerita tentang dua orang kawan sedang duduk bersama. Sebut saja Andi dan Eko. Andi meminta satu hal pada Eko, sesuatu yang bisa dia pegang selamanya. Kita sebut saja: prinsip. Eko ini  dikenal orang yang cerdas dan wawasannya luas sehingga banyak kawan-kawannya yang meminta pandangan darinya. Mendengar pertanyaan dari Andi, seperti biasa Eko pun memberikan level pilihan dan Andi memilih level tertinggi. Prinsip itu berbunyi "Ukurlah manusia dalam kadar jasa, bukan kesukaan" . "Ukuran" yang dimaksud itu misalnya begini. Suatu waktu Eko melihat sebuah postingan isinya kira-kira begini: "Emang ya, kadang orang yang baru bahkan yang tidak dikenal itu lebih baik ke kita daripada orang yang udah lama kenal". Pernyataan di atas bisa jadi benar dalam situasi tertentu, tapi tidak tepat bahkan batal bila diukur dengan prinsip tadi. Eko memberi contoh. Ia punya teman lama, sebut saja Ahmad yang sudah dikenalnya 10 tahun lebih. Mot...

Contoh Teks Eksposisi tentang Lingkungan Alam

N asib Hutan Kita Semakin Suram Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan. Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi dan penebangan liar semakin meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan. Keterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang didominasi oleh pemeritah pusat dan mengesampingkan keberadaan masyarakat lokal. Adanya konflik-konflik seperti konflik antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, atau antara masyarakat lokal dengan Pemerintah, semakin memperburuk kondisi kehutanan di Indonesia. Selain itu, lemahnya penegakan hukum menyebabkan semakin parahnya kerusakan hutan. Kerusakan ...