Langsung ke konten utama

Kegiatan Pembelajaran di rumah


Beberapa bulan ini, kami sudah menjalankan pembelajaran secara daring di rumah. Aktifitas ini dipilih karena lingkungan tempat tinggal kami berada dalam masa darurat Covid-19. Sekolah memilih langkah ini karena dapat menekan dan  mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas.

Selama belajar di rumah, saya mengikuti jadwal belajar seperti di sekolah. Bedanya kali ini menggunakan ponsel untuk belajar. Saya begitu semangat mengikuti pembelajaran dari pagi hingga siang sama halnya di sekolah, bahkan kami juga di beri waktu istirahat seperti biasanya meskipun belajar di rumah.

Tentu pembelajaran daring memiliki dampak positif dan dampak negatif. Berikut ini adalah opini saya tentang dampak positif dan negatif dari pembelajaran daring yang dilakukan di tengah pandemi ini.

Dampak positif :

  1. Materi dapat di akses oleh pelajar dimanapun dan kapanpun.hal ini didukung oleh teknologi  yang berkembang pesat yang menghasilkan produk smartphone.
  2. Kita dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi dengan santai,seperti sambil mendengarkan musik, tiduran, memakan cemilan, dll. Belajar sambil melakukan kegiatan yang santai seperti di atas akan membuat kita rileks dalam belajar.
  3. Aman dari bahaya virus covid-19.

Dampak negatif :

  1. Kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi aplikasi pembelajaran daring.
  2. Kurang efektifnya sistem belajar mengajar.
  3. Kurangnya interaksi sosial antara guru maupun teman dan palajar.
  4. Pelajar terkadang lupa dengan materi atau tugas yang di berikan oleh guru sebelumnya.

Dan ada juga kendala kendala yang menghambat proses pembelajaran secara daring ,yaitu sebagian siswa ada yang tidak memiliki handphone, tidak ada kuota internet, jaringan tidak mendukung, dan masih banyak lagi.


Tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Roger vs Tiger

Menjadi Generalis atau Spesialis? Sebuah Perspektif Dari Kisah Roger Federer dan Tiger Woods Pada bagian pendahuluan buku Range karya David Epstein ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang dua atlet kelas dunia: Tiger Woods sebagai juara dunia golf dan Roger Federer sebagai juara dunia tenis. Kisah mereka saling bertolak belakang dan menggambarkan dengan jelas perbedaan antara menjadi seorang spesialis dan generalis. Roger Federer dan Tiger Woods Tiger Woods Kejeniusan Tiger Woods dalam bermain golf sudah disadari ayahnya sejak awal. Pada usia tujuh bulan, ayahnya memberikan tongkat golf untuk dijadikan sebagai mainan. Pada usia sepuluh bulan, ia merangkak turun dari kursi tinggi dan mengambil tongkat golf yang sudah dipendekkan mengikuti ukuran tubuhnya, dan mengayunkan tongkat seperti yang ia lihat pada ayahnya. Pada usia dua tahun ia sudah bisa memukul bola yang membuat aktor Amerika-Inggris, Bob Hope, merasa terkesan. Tiger kecil adalah orang terpilih untuk dunia golf, sehingg...

Prinsip Kebaikan dan Jasa

Prinsip Kebaikan dan Jasa Ada sebuah cerita tentang dua orang kawan sedang duduk bersama. Sebut saja Andi dan Eko. Andi meminta satu hal pada Eko, sesuatu yang bisa dia pegang selamanya. Kita sebut saja: prinsip. Eko ini  dikenal orang yang cerdas dan wawasannya luas sehingga banyak kawan-kawannya yang meminta pandangan darinya. Mendengar pertanyaan dari Andi, seperti biasa Eko pun memberikan level pilihan dan Andi memilih level tertinggi. Prinsip itu berbunyi "Ukurlah manusia dalam kadar jasa, bukan kesukaan" . "Ukuran" yang dimaksud itu misalnya begini. Suatu waktu Eko melihat sebuah postingan isinya kira-kira begini: "Emang ya, kadang orang yang baru bahkan yang tidak dikenal itu lebih baik ke kita daripada orang yang udah lama kenal". Pernyataan di atas bisa jadi benar dalam situasi tertentu, tapi tidak tepat bahkan batal bila diukur dengan prinsip tadi. Eko memberi contoh. Ia punya teman lama, sebut saja Ahmad yang sudah dikenalnya 10 tahun lebih. Mot...

Contoh Teks Eksposisi tentang Lingkungan Alam

N asib Hutan Kita Semakin Suram Jika pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan. Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi dan penebangan liar semakin meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan. Keterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang didominasi oleh pemeritah pusat dan mengesampingkan keberadaan masyarakat lokal. Adanya konflik-konflik seperti konflik antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, atau antara masyarakat lokal dengan Pemerintah, semakin memperburuk kondisi kehutanan di Indonesia. Selain itu, lemahnya penegakan hukum menyebabkan semakin parahnya kerusakan hutan. Kerusakan ...